temend2 maw cari tugas ilmu kalam yha..???
nih aQ kasi bocorannya dikit...
^_^
ILMU KALAM
a. Menurut Ibnu Khaldun, Ilmu Kalam ialah ilmu yang berisi alasan –alasan mempertahankan kepercayaan-kepercayaan iman dengan menggunakan dalil pikiran dan berisi bantahan terhadap orang-orang yang menyeleweng dari kepecayaan aliran golongan salaf dan ahli sunah
b. Menurut Husain Tripoli, Ilmu Kalam ialah ilmu yang
membicarakan bagaimana menetapkan kepercayaan-kepercayaan keagamaan
agama Islam dengan bukti- bukti yang yakin.
c. Menurut Syekh Muhammad Abduh definisi Ilmu Kalam
adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah, sifat-sifat yang wajib
bagi-Nya, sifat-sifat yang jaiz bagi-Nya dan tentang sifat-sifat yang
ditiadakan dari-Nya dan juga tentang rasul-rasul Allah baik mengenai
sifat wajib, jaiz dan mustahil dari mereka.d. Menurut Al-Farabi definisi Ilmu Kalam adalah disiplin ilmu yang membahas Dzat dan Sifat Allah beserta eksistensi semua yang mungkin mulai yang berkenaan dengan masalah dunia sampai masalah sesudah mati yang berlandaskan doktrin Islam
e. Menurut Musthafa Abdul Razak, Ilmu Kalam ialah ilmu yang berkaitan dengan akidah imani yang di bangun dengan argumentasi-argumentasi rasional.
Asal- Usul Sebutan Ilmu Kalam
a. Persoalan terpenting yang menjadi pembicaraan abad-abad
permulaan hijrah ialah ”Firman Tuhan” (Kalam Allah) dan non-azalinya
Qur’an (Khalq Al-Qur’an)
b. Dasar Ilmu Kalam ialah dalil-dalil pikiran dan pengaruh
dalil-dalil ini nampak jelas dalam pembicaraan-pembicaraan Mutakallimin.
Mereka jarang-jarang kembali kepada dalil naql (Quran dan Hadits),
kecuali sesudah menetapkan benarnya pokok persoalan lebih dahulu
c. Karena cara pembuktian kepercayaan-kepercayaan agama
menyerupai logika dalam fisafat, maka pembuktian dalam soal-soal agama
ini di namai Ilmu Kalam untuk membedakan dengan logika dalam fisafat
- Ilmu Kalam juga dinamakan Ilmu Tauhid, tauhid ialah percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada sekutu baginya. Ilmu Kalam dinamakan Ilmu Tauhid, karena tujuannya ialah menetapkan keesaan Allah dalam Zat dan perbuatan-Nya dalam menjadikan alam semesta dan hanya Allah yang menjadi tempat tujuan terakhir alam ini.
- Ilmu Kalam juga dinamakan Ilmu Aqaid atau Ilmu Ushuludin, karena persoalan kepercayaan yang menjadi pokok ajaran agama itulah yang menjadi pokok pembicaraannya.
- Ilmu kalam menyerupai Ilmu Theologi, terdiri dari dua kata yaitu ”Theo” artinya ”Tuhan” dan ”Logos” artinya ”Ilmu” jadi theologi bermakna ilmu tentang ketuhanan.
SEJARAH LAHIRNYA ILMU KALAM
Faktor-faktor yang mempengaruhi lahirnya Ilmu Kalam
a. Faktor-Faktor Dari Dalam
1. Al-qur’an sendiri disamping ajakannya kepada tauhid dan
memercayai kenabian dan hal-hal yang berhubungan dengan itu, menyinggung
pula golongan-golongan dan agama-agama yang ada pada masa Nabi Muhammad
saw., yang mempunyai kepercayaan-kepercayaan yang tidak benar. Qur’an
tidak membenarkan kepercayaan mereka dan membantah alasan-alasannya,
antara lain:- Golongan yang mengingkari agama dan adanya tuhan dan mereka
mengatakan bahwa yang menyebabkan kebinasaan dan kerusakan hanyalah
waktu saja (Q.S. Al-Jatsiyah (45): 24)
- Golongan -golongan syirik (Q.S. Al-Maidah (5): 116)
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam,
Adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua
orang Tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha suci Engkau, tidaklah
patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). jika aku
pernah mengatakan Maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada
diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.
- Golongan-golongan kafir (Q.S. Al-Isra’ (17): 94)
- Golongan -golongan munafik (Q.S. Ali Imran (3): 154)
Tuhan membantah alasan-alasan mereka dan memerintahkan Nabi Muhammad untuk tetap menjalankan dakwahnya dengan cara yang halus, Firman Allah :
Q.S. An-Nahl (16): 125
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
2. Adanya nas-nas yang kelihatannya saling bertentangan, sehingga datang orang- orang yang mengumpulkan ayat tersebut dan memfilsafatinya. Contohnya; adanya ayat-ayat yang menunjukkan adanya paksaan (jabr), dalam surat :
Q.S. Al-Baqarah(2): 6,
"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri
peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan
beriman."
Q.S. Al-Muddsir(74):17
"Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan."
membela pendiriannya. Dan selanjutnya perselisihan antara mereka menjadi perselisihan agama, dan berkisar pada persoalan iman dan kafir.
Peristiwa terbunuhnya Usman menjadi titik yang jelas dari permulaan berlarut-larutnya perselisihan bahkan peperangan antara kaum muslimin. Sebab sejak saat itu, timbullah orang yang menilai dan menganalisa pembunuhan tersebut di samping menilai perbuatan Usman r.a., sewaktu hidupnya.menurut segolongan kecil, Usman r.a., salah bahkan kafir dan pembunuhnya berada di pihak yang benar, karena perbuatannya yang dianggap salah selama memegang khilafat. Sebaliknya pihak lain mengatakan bahwa pembunuhan atas Usman r.a. adalah kejahatan besar dan pembunuh-pembunuhnya adalah orang-orang kafir, karena Usman adalah khalifah yang sah dan salah seorang prajurit Islam yang setia. Penilaian yang saling bertentangan kemudian menjadi fitnah dan peperangan yang terjadi sewaktu Ali r.a memegang pemerintahan.
Dari sinilah mulai timbulnya persoalan besar yang selama ini banyak memenuhi buku-buku ke-Islaman, yaitu melakukan kejahatan besar, yang mula-mula dihubungkan dengan kejadian khusus, yaitu pembunuhan terhadap Usman r.a, kemudian berangsur-angsur manjadi persoalan yang umum, lepas dari siapa orangnya. Kemudian timbul soal-soal lainnya, seperti soal Iman dan hakikatnya, bertambah atau berkurangnya, soal Imamah dan lain-lain persoalan.
Kemudian soal dosa tersebut, dilanjutkan lagi, yaitu sumber kejahatan atau sumber perbuatan dilingkungan manusia. Karena dengan adanya penentuan sumber ini mudah diberikan vonis kepada pelakunya itu. Kalau manusia itu sendiri sumbernya, maka soalnya sudah jelas, akan tetapi kalau sumber sebenarnya Tuhan sendiri. Dan manusia itu sebagai pelakunya (alat), maka pemberian keputusan bahwa manusia itu berdosa atau kafir masih belum jelas. Timbullah golongan Jabbariyah yang mengatakan bahwa semua perbuatan itu dari Tuhan dan golongan Qodariyah yang mengatakan bahwa manusialah yang bertanggung jawab sepenuhnya atas segala perbuatannya. Kemudian timbul pula golongan-golongan lain, seperti Mu’tazilah, Asy’ariyah, yang membicarakan persoalan tersebut (perbuatan manusia).
b. Faktor-faktor lain yang datangnya dari luar
1. Banyak di antara pemeluk-pemeluk Islam yang mula-mula
beragama Yahudi, Masehi, dan lain-lain, bahkan diantara mereka ada yang
pernah menjadi ulamanya. Setelah mereka tenang dari tekanan kaum
muslimin mulailah mereka mengkaji lagi aqidah-aqidah agama mereka dan
mengembangkan ke dalam Islam
2. Golongan Islam yang dulu, terutama golongan Mu’tazilah,
memusatkan perhatiannya untuk penyiaran Islam dan membantah alasan
mereka yang memusuhi Islam, dengan cara mengetahui dengan sebaik-baiknya
aqidah-aqidah mereka
3. Sebagai kelanjutan dari sebab tersebut, Mutakallimin hendak
mengimbangi lawan-lawannya yang menggunakan filsafat, maka mereka
terpaksa mempelajari logika dan filsafat
Ilmu Kalam disebut sebagai ilmu yang berdiri sendiri yaitu pada masa
Daulah Bani Abbasiyah di bawah pimpinan khalifah al-Makmun, yang
dipelopori oleh dua orang tokoh Islam yaitu Abu Hasan al-Asy’ari dan
al-Maturidi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar