عَنْ أَبِي قَتَادَةَ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم “مَنْ
رَآنِي فَقَدْ رَأَى الْحَقَّ”.
Hadits riwayat Abu Qatadah
Radhiyallahu’anhu, ia berkata : Rasulullah
Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Barang siapa yang melihat aku
dalam mimpi, maka dia benar-benar melihat sesuatu yang benar (hak).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ،
عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم.قَالَ:
“إِذَا اِقْتَرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُسْلِمِ تَكْذِبُ.
وَأَصْدَقُكُمْ رُؤْيَا أَصْدَقُكُمْ حَدِيْثًا. وَرُؤْيَا الْمُسْلِمِ
جُزْءٌ مِنْ خَمْسَةٍ وَأَرْبَعِيْنَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ
وَالرُّؤْيَا ثَلاَثَةٌ: فَرُؤْيَا الصَّالِحَةِ بُشْرَى مِنَ اللهِ.
وَرُؤْيَا تَحْزِيْنٍ مِنَ الشَّيْطَانِ. وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ
الْمَرْءُ نَفْسَِهُِ. فَإِنْ رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ، فَلْيَقُمْ
فَلْيُصَلِّ. وَلاَ يَحْدِثُ بِهَا النَّاسَ”. قَالَ “وَأَحَبُّ الْقَيْدَ
أَكْرَهُ الْغَلَّ. وَالْقَيْدُ ثُبَاتٌ فِي الدِّيْنِ” فَلاَ أَدْرِي هُوَ
فِي الْحَدِيْثِ أَمْ قَالَهُ اِبْنُ سِيْرِيْنَ.
Dari
Nabi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bahwa beliau bersabda:
Ketika kiamat telah mendekat, mimpi seorang muslim hampir tidak ada
dustanya. Mimpi salah seorang di antara kalian yang paling mendekati
kebenaran adalah mimpi orang yang paling jujur dalam berbicara. Mimpi
orang muslim adalah termasuk satu dari empat puluh lima bagian kenabian.
Mimpi itu dibagi menjadi tiga kelompok: Mimpi yang baik, yaitu kabar
gembira yang datang dari Allah. Mimpi yang menyedihkan, yaitu mimpi yang
datang dari setan. Dan mimpi yang datang dari bisikan diri sendiri.
Jika salah seorang di antara kalian bermimpi yang tidak menyenangkan,
maka hendaknya dia bangun dari tidur lalu mengerjakan salat dan
hendaknya jangan dia ceritakan mimpi tersebut kepada orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar